Blog

  • Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Bersama Ketua Komisi IV Pimpin Panen Raya Jagung Serentak, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Bersama Ketua Komisi IV Pimpin Panen Raya Jagung Serentak, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    Bekasi – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Panen Raya Jagung Serentak sebagai wujud nyata komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di perkebunan jagung Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, pada Kamis, 8 Januari 2025.

    Panen raya jagung ini merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga ketersediaan pangan nasional serta mendukung program strategis pemerintah di bidang pertanian.

    Kegiatan panen raya dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigir Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Siti Hediati Hariyadi serta dihadiri oleh Menteri Pertanian RI, Direktur Utama Perum Bulog, Pejabat Utama Mabes Polri, Irwasum Polri, Asisten SDM Kapolri, Asisten Logistik Kapolri, Kepala Divisi Humas Polri, dan Kapolda Metro Jaya.

    Selain dilaksanakan secara langsung di Kabupaten Bekasi, kegiatan panen raya jagung serentak ini juga diikuti secara daring oleh para Kapolda dan Kapolres jajaran dengan melibatkan (Forkopimda) setempat di lokasi panen jagung di wilayahnya masing-masing.

    Dalam kesempatan tersebut, Asisten SDM Kapolri dalam laporannya menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 Polri telah melakukan upaya serius dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan melalui program penanaman jagung secara nasional.
    “Sepanjang tahun 2025, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan telah melaksanakan penanaman jagung dengan total luas mencapai 651.196,35 hektare di berbagai wilayah Indonesia,” ujar As SDM Kapolri.

    Ia menjelaskan, upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata Polri dalam memperkuat sektor pertanian nasional, sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

    “Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi jagung nasional, tetapi juga untuk mendukung kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” lanjutnya.

    Melalui panen raya jagung serentak ini, Polri menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari solusi strategis nasional dalam menghadapi tantangan pangan ke depan.

    Polri berharap sinergi yang terbangun antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna mewujudkan kemandirian pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

  • Doorstop GroundBreaking 436 SPPG Polri Serentak Seluruh Indonesia.

    Doorstop GroundBreaking 436 SPPG Polri Serentak Seluruh Indonesia.

    Doorstop GroundBreaking 436 SPPG Polri Serentak Seluruh Indonesia.

    Jakarta – Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo memimpin pelaksanaan groundbreaking 436 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Bapak Kapolri terhadap program Makan Bergizi Gratis yang menjadi bagian dari Program Astacita Presiden RI.

    Groundbreaking dipusatkan di SPPG Polda Metro Jaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dan dihadiri jajaran pejabat utama Mabes Polri, Kapolda Metro Jaya, serta perwakilan kementerian terkait, Senin (29/12/2025).

     

    Komjen Pol Dedi mengatakan, pembangunan SPPG merupakan komitmen Kapolri untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan program makan bergizi gratis melalui penyediaan layanan pemenuhan gizi di berbagai daerah.

    “Hari ini Polri melaksanakan groundbreaking 436 SPPG secara serentak di seluruh Indonesia. Ini merupakan bagian dari target pembangunan total 1.147 unit SPPG Polri,” katanya kepada wartawan.

    Ia merinci, hingga saat ini sebanyak 331 unit SPPG telah beroperasi, 135 unit dalam tahap persiapan operasional, dan 245 unit dalam tahap pembangunan dengan progres yang beragam. Sementara 436 unit lainnya resmi memasuki tahap pembangunan melalui kegiatan groundbreaking hari ini.

    Dari jumlah tersebut, terdapat 26 unit SPPG wilayah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal) yang dibangun sebagai bentuk pemerataan layanan gizi. Pembangunan SPPG 3T ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 45 hari dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.

    Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan SPPG Polri memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dari 331 unit yang telah beroperasi, SPPG Polri mampu menyerap sekitar 57.100 tenaga kerja. Jika seluruh 1.147 unit SPPG Polri telah beroperasi, maka diperkirakan akan melayani sekitar 3,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

    Selain itu, seluruh SPPG Polri diwajibkan memenuhi standar ketat keamanan pangan, mulai dari sertifikasi higienis, halal, uji laboratorium air bersih, hingga pengelolaan limbah.

    “SPPG di Polda Metro Jaya ini menjadi salah satu prototipe ideal. Kapasitas produksinya mencapai 3.800 porsi per hari, melayani sekolah-sekolah serta ibu dan anak di sekitar lokasi,” ujarnya.

    Menurut Dedi, kehadiran SPPG Polri tidak hanya bertujuan menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM.

    “Multiplier effect-nya besar. Selain menyerap tenaga kerja, rantai pasok bahan pangan juga ikut menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya.

  • Kapolda Metro Kunjungi Objek Wisata Ragunan, Pastikan Libur Natal Aman

    Kapolda Metro Kunjungi Objek Wisata Ragunan, Pastikan Libur Natal Aman

    keamanan pengunjung di momen libur Natal 2025. (Rumondang Naibaho/detikcom)
    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri meninjau lokasi wisata Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Asep Edi meninjau proses pengamanan dan pelayanan di Ragunan.
    Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (27/12/2025) Irjen Asep Edi tiba di Ragunan sekira pukul 11.00 WIB. Dalam peninjauan ini Asep Edi didampingi oleh Karo Ops PMJ Kombes I Ketut Gede Wijatmika, Dirpamobvit Kombes Joko, Sulistio, Dirlantas Kombes Komarudin hingga Kapolres Metro Jakarta Selatan Nicolas Ary Lilipaly.

    Dia mulanya meninjau kesiapan pos pengamanan dan pelayanan yang ada di pintu masuk utama Ragunan. Dalam peninjauan itu, Asep Edi didampingi oleh Kepala Distamhut DKI Jakarta M. Fajar Sauri dan Kepala Unit Pengelola (UP) TMR Endah Rumiyati.

    Selanjutnya mereka berkeliling di kawasan TMR Ragunan. Mulai dari area pelikan hingga kandang harimau.

    Dalam peninjauan itu, Asep Edi juga berinteraksi dengan pengunjung. Salah satunya dengan seorang anak bernama Ahmad Ali Ramadhan asal Panimbang, Banten.

    “Katanya (Ali) pengin jadi polisi, jadi jenderal katanya,” ucap ibu Ali kepada Irjen Asep Edi.

    Foto: Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengecek Taman Margasatwa Ragunan memastikan keamanan pengunjung di momen libur Natal 2025. (Rumondang Naibaho/detikcom)
    “Jenderal Ahmad Ali Ramadhan, ya,” timpal Asep Edi sambil memberikan cokelat kepada Ali.

    “Iya, makasih bapak,” jawab Ali senang.

    Selain kepada Ali, Asep Edi juga membagikan cokelat hingga susu kotak kepada anak-anak. Serta memberi kartu uang elektronik kepada ibu-ibu.

    “Buat belanja bu, selamat liburan,” kata Asep Edi kepada pengunjung.

    Adapun kegiatan ini untuk mengecek langsung situasi keamanan tempat wisata saat momen libur pergantian tahun. Sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang masa libur akhir tahun. Usai dari Ragunan, rombongan Kapolda akan melanjutkan peninjauan ke Ancol, Jakarta Utara.

  • Kapolda Metro Pimpin Apel 1.000 Nelayan Kamtibmas di Kepulauan Seribu

    Kapolda Metro Pimpin Apel 1.000 Nelayan Kamtibmas di Kepulauan Seribu

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memimpin Apel Besar Nelayan Kamtibmas Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka. Apel tersebut diikuti oleh 1.000 nelayan dari enam pulai di Kepulauan Seribu.
    Irjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan nelayan memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah perairan Jakarta. Menurutnya, stabilitas keamanan laut tidak dapat terwujud tanpa keterlibatan aktif masyarakat pesisir.

    “Nelayan adalah garda terdepan di laut. Kami mengajak seluruh nelayan kamtibmas untuk bersama-sama menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di wilayah perairan Kepulauan Seribu,” ujar Irjen Asep, dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).

    Dalam kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya juga menyerahkan bantuan kepada nelayan berupa 1.000 paket sembako dan 1.000 life jacket sebagai sarana kontak dan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan nelayan saat melaut.

    Kapolda metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memimpin Apel Besar 1.000 Nelayan Kamtibmas di Kepulauan Seribu, Kamis (18/12/2025). Foto: dok. Istimewa
    “Keselamatan adalah hal utama. Life jacket ini kami harapkan dapat digunakan dengan baik, karena keselamatan nelayan adalah keselamatan keluarga dan masa depan mereka,” ujarnya.

    Setelah pelaksanaan apel, Kapolda melakukan pemasangan stiker barcode program ‘Jaga Laut Jakarta’ pada kapal nelayan di Dermaga Plaza Kabupaten. Program tersebut menjadi sarana pelaporan cepat dan komunikasi antara nelayan dan kepolisian guna menjaga keamanan laut di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

    Apel Besar Nelayan Kamtibmas Kepulauan Seribu ini turut mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan Nomor 12569/R.MURI/XII/2025 untuk kategori Apel Nelayan Kamtibmas dengan jumlah peserta dan perahu terbanyak. Piagam MURI diserahkan kepada Polres Kepulauan Seribu dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

  • Begini Semangat Kapolda Metro Gandeng 1.000 Nelayan ‘Jaga Laut Jakarta’ Hingga Pecahkan Rekor MURI

    Begini Semangat Kapolda Metro Gandeng 1.000 Nelayan ‘Jaga Laut Jakarta’ Hingga Pecahkan Rekor MURI

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggandeng para nelayan dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah perairan Jakarta. Melalui program ‘Jaga Laut Jakarta’, 1.000 nelayan berkomitmen untuk mewujudkan keamanan di lautan.

    Program ini diluncurkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri yang ditandai dengan Apel Besar Nelayan Kamtibmas. Kegiatan ini berlangsung di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang dihadiri Wakapolda Metro Brigjen Dekananto Eko Purwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra, serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu.

    Dalam sambutannya, Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan peran penting nelayan sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas kemanan, terutama di wilayah perairan.

    Kapolda metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memimpin Apel Besar 1.000 Nelayan Kamtibmas di Kepulauan Seribu, Kamis (18/12/2025). Foto: dok. Istimewa
    “Nelayan adalah garda terdepan di laut. Kami mengajak seluruh nelayan kamtibmas untuk bersama-sama menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di wilayah perairan Kepulauan Seribu,” ujar Irjen Asep, dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).

    Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyerahkan bantuan kepada nelayan berupa 1.000 paket sembako dan 1.000 life jacket sebagai sarana kontak dan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan nelayan saat melaut.

    “Keselamatan adalah hal utama. Life jacket ini kami harapkan dapat digunakan dengan baik, karena keselamatan nelayan adalah keselamatan keluarga dan masa depan mereka,” ujarnya.


    Polda Metro Jaya menggelar Apel Besar Nelayan Kamtibmas di Kepulauan Seribu, Kamis (18/12/2025). Foto: dok. Polda Metro
    Apel Besar Nelayan Kamtibmas Kepulauan Seribu ini turut mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan Nomor 12569/R.MURI/XII/2025 untuk kategori Apel Nelayan Kamtibmas dengan jumlah peserta dan perahu terbanyak. Piagam MURI diserahkan kepada Polres Kepulauan Seribu dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

    Setelah pelaksanaan apel, Kapolda melakukan pemasangan stiker barcode program ‘Jaga Laut Jakarta’ pada kapal nelayan di Dermaga Plaza Kabupaten. Program tersebut menjadi sarana pelaporan cepat dan komunikasi antara nelayan dan kepolisian guna menjaga keamanan laut di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

  • Live Kapolda Metro Gandeng 1.000 Nelayan ‘Jaga Laut Jakarta’ Hingga Pecahkan Rekor MURI

    Live Kapolda Metro Gandeng 1.000 Nelayan ‘Jaga Laut Jakarta’ Hingga Pecahkan Rekor MURI

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggandeng para nelayan dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah perairan Jakarta. Melalui program ‘Jaga Laut Jakarta’, 1.000 nelayan berkomitmen untuk mewujudkan keamanan di lautan.

    Program ini diluncurkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri yang ditandai dengan Apel Besar Nelayan Kamtibmas. Kegiatan ini berlangsung di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang dihadiri Wakapolda Metro Brigjen Dekananto Eko Purwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra, serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu.

    Dalam sambutannya, Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan peran penting nelayan sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas kemanan, terutama di wilayah perairan.

    Kapolda metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memimpin Apel Besar 1.000 Nelayan Kamtibmas di Kepulauan Seribu, Kamis (18/12/2025). Foto: dok. Istimewa
    “Nelayan adalah garda terdepan di laut. Kami mengajak seluruh nelayan kamtibmas untuk bersama-sama menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di wilayah perairan Kepulauan Seribu,” ujar Irjen Asep, dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).

    Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyerahkan bantuan kepada nelayan berupa 1.000 paket sembako dan 1.000 life jacket sebagai sarana kontak dan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan nelayan saat melaut.

    “Keselamatan adalah hal utama. Life jacket ini kami harapkan dapat digunakan dengan baik, karena keselamatan nelayan adalah keselamatan keluarga dan masa depan mereka,” ujarnya.


    Polda Metro Jaya menggelar Apel Besar Nelayan Kamtibmas di Kepulauan Seribu, Kamis (18/12/2025). Foto: dok. Polda Metro
    Apel Besar Nelayan Kamtibmas Kepulauan Seribu ini turut mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan Nomor 12569/R.MURI/XII/2025 untuk kategori Apel Nelayan Kamtibmas dengan jumlah peserta dan perahu terbanyak. Piagam MURI diserahkan kepada Polres Kepulauan Seribu dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

    Setelah pelaksanaan apel, Kapolda melakukan pemasangan stiker barcode program ‘Jaga Laut Jakarta’ pada kapal nelayan di Dermaga Plaza Kabupaten. Program tersebut menjadi sarana pelaporan cepat dan komunikasi antara nelayan dan kepolisian guna menjaga keamanan laut di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

  • Kapolda Metro Gandeng 1.000 Nelayan ‘Jaga Laut Jakarta’ Hingga Pecahkan Rekor MURI

    Kapolda Metro Gandeng 1.000 Nelayan ‘Jaga Laut Jakarta’ Hingga Pecahkan Rekor MURI

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggandeng para nelayan dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah perairan Jakarta. Melalui program ‘Jaga Laut Jakarta’, 1.000 nelayan berkomitmen untuk mewujudkan keamanan di lautan.


    Program ini diluncurkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri yang ditandai dengan Apel Besar Nelayan Kamtibmas. Kegiatan ini berlangsung di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang dihadiri Wakapolda Metro Brigjen Dekananto Eko Purwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra, serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu.

    Dalam sambutannya, Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan peran penting nelayan sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas kemanan, terutama di wilayah perairan.

    Kapolda metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memimpin Apel Besar 1.000 Nelayan Kamtibmas di Kepulauan Seribu, Kamis (18/12/2025). Foto: dok. Istimewa
    “Nelayan adalah garda terdepan di laut. Kami mengajak seluruh nelayan kamtibmas untuk bersama-sama menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di wilayah perairan Kepulauan Seribu,” ujar Irjen Asep, dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).

    Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyerahkan bantuan kepada nelayan berupa 1.000 paket sembako dan 1.000 life jacket sebagai sarana kontak dan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan nelayan saat melaut.

    “Keselamatan adalah hal utama. Life jacket ini kami harapkan dapat digunakan dengan baik, karena keselamatan nelayan adalah keselamatan keluarga dan masa depan mereka,” ujarnya.


    Polda Metro Jaya menggelar Apel Besar Nelayan Kamtibmas di Kepulauan Seribu, Kamis (18/12/2025). Foto: dok. Polda Metro
    Apel Besar Nelayan Kamtibmas Kepulauan Seribu ini turut mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan Nomor 12569/R.MURI/XII/2025 untuk kategori Apel Nelayan Kamtibmas dengan jumlah peserta dan perahu terbanyak. Piagam MURI diserahkan kepada Polres Kepulauan Seribu dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

    Setelah pelaksanaan apel, Kapolda melakukan pemasangan stiker barcode program ‘Jaga Laut Jakarta’ pada kapal nelayan di Dermaga Plaza Kabupaten. Program tersebut menjadi sarana pelaporan cepat dan komunikasi antara nelayan dan kepolisian guna menjaga keamanan laut di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

  • Super Sekali Hingga Pecahkan Rekor MURI, Kapolda Metro Gandeng 1.000 Nelayan ‘Jaga Laut Jakarta’

    Super Sekali Hingga Pecahkan Rekor MURI, Kapolda Metro Gandeng 1.000 Nelayan ‘Jaga Laut Jakarta’

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggandeng para nelayan dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah perairan Jakarta. Melalui program ‘Jaga Laut Jakarta’, 1.000 nelayan berkomitmen untuk mewujudkan keamanan di lautan.


    Program ini diluncurkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri yang ditandai dengan Apel Besar Nelayan Kamtibmas. Kegiatan ini berlangsung di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang dihadiri Wakapolda Metro Brigjen Dekananto Eko Purwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra, serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu.

    Dalam sambutannya, Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan peran penting nelayan sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas kemanan, terutama di wilayah perairan.

    Kapolda metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memimpin Apel Besar 1.000 Nelayan Kamtibmas di Kepulauan Seribu, Kamis (18/12/2025). Foto: dok. Istimewa
    “Nelayan adalah garda terdepan di laut. Kami mengajak seluruh nelayan kamtibmas untuk bersama-sama menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di wilayah perairan Kepulauan Seribu,” ujar Irjen Asep, dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).

    Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyerahkan bantuan kepada nelayan berupa 1.000 paket sembako dan 1.000 life jacket sebagai sarana kontak dan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan nelayan saat melaut.

    “Keselamatan adalah hal utama. Life jacket ini kami harapkan dapat digunakan dengan baik, karena keselamatan nelayan adalah keselamatan keluarga dan masa depan mereka,” ujarnya.


    Polda Metro Jaya menggelar Apel Besar Nelayan Kamtibmas di Kepulauan Seribu, Kamis (18/12/2025). Foto: dok. Polda Metro
    Apel Besar Nelayan Kamtibmas Kepulauan Seribu ini turut mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan Nomor 12569/R.MURI/XII/2025 untuk kategori Apel Nelayan Kamtibmas dengan jumlah peserta dan perahu terbanyak. Piagam MURI diserahkan kepada Polres Kepulauan Seribu dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

    Setelah pelaksanaan apel, Kapolda melakukan pemasangan stiker barcode program ‘Jaga Laut Jakarta’ pada kapal nelayan di Dermaga Plaza Kabupaten. Program tersebut menjadi sarana pelaporan cepat dan komunikasi antara nelayan dan kepolisian guna menjaga keamanan laut di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

  • Pecahkan Rekor MURI, Kapolda Metro Gandeng 1.000 Nelayan ‘Jaga Laut Jakarta’

    Pecahkan Rekor MURI, Kapolda Metro Gandeng 1.000 Nelayan ‘Jaga Laut Jakarta’

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggandeng para nelayan dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah perairan Jakarta. Melalui program ‘Jaga Laut Jakarta’, 1.000 nelayan berkomitmen untuk mewujudkan keamanan di lautan.


    Program ini diluncurkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri yang ditandai dengan Apel Besar Nelayan Kamtibmas. Kegiatan ini berlangsung di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang dihadiri Wakapolda Metro Brigjen Dekananto Eko Purwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra, serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu.

    Dalam sambutannya, Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan peran penting nelayan sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas kemanan, terutama di wilayah perairan.

    Kapolda metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memimpin Apel Besar 1.000 Nelayan Kamtibmas di Kepulauan Seribu, Kamis (18/12/2025). Foto: dok. Istimewa
    “Nelayan adalah garda terdepan di laut. Kami mengajak seluruh nelayan kamtibmas untuk bersama-sama menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di wilayah perairan Kepulauan Seribu,” ujar Irjen Asep, dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).

    Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyerahkan bantuan kepada nelayan berupa 1.000 paket sembako dan 1.000 life jacket sebagai sarana kontak dan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan nelayan saat melaut.

    “Keselamatan adalah hal utama. Life jacket ini kami harapkan dapat digunakan dengan baik, karena keselamatan nelayan adalah keselamatan keluarga dan masa depan mereka,” ujarnya.


    Polda Metro Jaya menggelar Apel Besar Nelayan Kamtibmas di Kepulauan Seribu, Kamis (18/12/2025). Foto: dok. Polda Metro
    Apel Besar Nelayan Kamtibmas Kepulauan Seribu ini turut mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan Nomor 12569/R.MURI/XII/2025 untuk kategori Apel Nelayan Kamtibmas dengan jumlah peserta dan perahu terbanyak. Piagam MURI diserahkan kepada Polres Kepulauan Seribu dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

    Setelah pelaksanaan apel, Kapolda melakukan pemasangan stiker barcode program ‘Jaga Laut Jakarta’ pada kapal nelayan di Dermaga Plaza Kabupaten. Program tersebut menjadi sarana pelaporan cepat dan komunikasi antara nelayan dan kepolisian guna menjaga keamanan laut di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

  • BNN Hadirkan Pemulihan Terpadu Kampung Muara Bahari Jadi Kampung Harapan Bersinar

    BNN Hadirkan Pemulihan Terpadu Kampung Muara Bahari Jadi Kampung Harapan Bersinar

    Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto saat mencanangkan Program Kampung Harapan Bersinar di Kampung Muara Bahari, Jakarta Utara, sebagai upaya pemulihan dan pemberantasan narkoba. (Posnews/Ist)

    Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto saat mencanangkan Program Kampung Harapan Bersinar di Kampung Muara Bahari, Jakarta Utara, sebagai upaya pemulihan dan pemberantasan narkoba. (Posnews/Ist)

     Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi mencanangkan Program Pemulihan Kampung Harapan Bersinar di Kampung Muara Bahari, Jakarta Utara.

    Langkah ini menegaskan komitmen BNN memerangi narkotika secara menyeluruh, bukan hanya lewat penegakan hukum, tetapi juga melalui pemulihan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

    Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan, persoalan narkotika tidak bisa dipandang semata sebagai kejahatan hukum.

    Sebaliknya, narkoba berkelindan dengan berbagai persoalan mendasar, mulai dari ketahanan keluarga, kesenjangan sosial, kondisi lingkungan, hingga terbatasnya akses pendidikan.

    Karena itu, Suyudi menyatakan BNN secara khusus mencanangkan program pemulihan Kampung Harapan Bersinar di Muara Bahari. Program ini menjadi simbol hadirnya negara secara nyata di wilayah yang selama ini dikenal rawan narkotika.

    Lebih lanjut, Suyudi menekankan BNN kini tampil dengan pendekatan baru. Melalui program ini, BNN berupaya mengubah kawasan yang sebelumnya rentan menjadi lingkungan yang berdaya, tangguh, dan bersinar, yakni bersih dari narkoba.

    Pendekatan Komprehensif dan Berkelanjutan

    Menurutnya, program pemulihan ini bukan kegiatan biasa atau sekadar formalitas. BNN menjalankan pendekatan komprehensif dan berkelanjutan melalui empat pilar utama yang saling terintegrasi.

    Empat pilar tersebut meliputi pemulihan individu melalui rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba, pemulihan sosial dengan memperkuat peran keluarga serta tokoh masyarakat, pemulihan lingkungan agar menjadi ruang yang aman dan sehat, serta pemberdayaan ekonomi supaya warga memiliki penghasilan yang legal dan berkelanjutan.

    Selain itu, BNN juga mengukuhkan para relawan antinarkotika sebagai garda terdepan di Kampung Muara Bahari.

    Relawan yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga unsur PKK ini diharapkan mampu menjaga wilayahnya dari kembalinya pengaruh gelap narkotika.

    Baca Juga :  TK Negeri Semper Penuh Canda Tawa, Puluhan Ayah Turun Rayakan Hari Ayah Nasional

    Sebanyak 25 relawan antinarkotika resmi dikukuhkan dalam kegiatan tersebut. Tak hanya itu, BNN turut menyalurkan bantuan sosial berupa pelatihan keterampilan hidup, dukungan penguatan ekonomi warga, serta buku edukasi terkait rehabilitasi narkoba.

    Di sisi lain, BNN juga membuka layanan kesehatan dan konseling gratis bagi masyarakat.

    Langkah ini menegaskan bahwa negara tidak hanya hadir untuk menindak pelaku kejahatan, tetapi juga untuk merangkul, memulihkan, dan menyembuhkan luka sosial akibat narkotika.

    Suyudi berharap, pencanangan Kampung Harapan Bersinar di Muara Bahari dapat menjadi contoh nasional.

    Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dan bersatu melawan peredaran narkoba.

    “Dengan kebersamaan dan kolaborasi antara aparat serta masyarakat, kita bisa memenangkan perang melawan narkotika,” tegas Suyudi.